Mengenal Water Cooling dan Liquid Cooling! Komponen Pendingin yang Wajib Diketahui

Dalam suatu perangkat PC atau komputer personal, sistem komponen pendingin memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kinerja yang normal pada CPU dan prosesor. Salah satunya terdapat pendingin air atau water cooling/ liquid cooling yang dipercaya bisa bekerja lebih efisien dalam mendinginkan perangkat komputer. Untuk itu Anda perlu mengenal water cooling dan liquid cooling selengkapnya pada ulasan berikut.

Dimana pada sistem pendingin ini dirasa sangat mampu dalam mendinginkan prosesor sehingga bisa memungkinkan pengguna untuk menarik kecepatan pemakaian lebih tinggi dari prosesor yang telah bersuhu normal. Oleh karena itu sebelum menggunakan komponen pendingin water cooling pada perangkat komputer Anda, yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Mengenal Water Cooling dan Liquid Cooling! Komponen Pendingin yang Wajib Diketahui
Idntimes.com

Seputar Informasi Dalam Mengenal Water Cooling dan Liquid Cooling

Agar Anda mengetahui beberapa hal mengenai salah satu komponen pendingin  komputer water cooling atau liquid cooling, yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1.    Pengertian Tentang Water Cooling atau Liquid Cooling

Sebenarnya antara water cooling dan liquid cooling tidak ada bedanya, karena komponen pendingin water cooling juga dikenal dan disebut sebagai liquid cooling lalu istilah tersebut hanya sebutan lain dari water cooling. Jadi water cooling system atau liquid cooling atau yang biasa disebut dengan komponen pendingin cair merupakan suatu radiator untuk prosesor di dalam perangkat komputer.

Secara umum komponen pendingin water cooling pada dasarnya sama seperti radiator pada mobil tapi komponen ini diperuntukkan untuk pendingin dalam komputer. Selain itu sistem pendingin jenis air ini dipercaya memiliki kinerja yang luar biasa dan dikombinasikan dengan daya tarik visual yang tidak kalah dengan sistem pendingin lainnya.

Dimana pada sistem pendingin ini akan mengalirkan cairan melalui heatsink yang telah terpasang pada prosesor, setelah itu panas akan berpindah tempat dari prosesor ke cairan pendingin. Kemudian nantinya cairan panas tersebut akan bergerak ke radiator dan akan memindahkan panas CPU ke udara sekitar atau diluar casing  CPU, sementara untuk cairan yang dingin tadi akan berjalan kembali melalui sistem ke dalam komponen untuk melanjutkan proses secara berulang kali.

Bahkan komponen pendingin water cooling ini tersedia dalam berbagai jenis dan yang paling umum dalam konfigurasi sistem adalah AIO (All in One), dimana sudah mencakup semua kebutuhan dan mudah dalam pemasangannya. Meski memiliki harga yang relatif mahal sistem water cooling ini telah banyak dipakai oleh PC Enthusiast karena bisa memperindah tampilan casing pada komputer.

2.    Cara Kerja Sistem Water Cooling atau Liquid Cooling

Dalam mengenal water cooling dan liquid cooling maka harus mengetahui tentang bagaimana sistem kerja yang diterapkan dalam komponen pendingin tersebut, oleh karena itu ketahui juga cara kerja water cooling. Jadi sistem kerja yang diterapkan oleh komponen pendingin water cooling ini disebut sebagai sistem kondensasi, dimana pada saat cairan menyerap panas dari CPU, maka panas akan secara langsung berpindah ke bagian pipa pendingin.

Proses perpindahan tersebut adalah karena pada air yang memiliki suhu tinggi tentu akan berpindah tempat pada air yang bersuhu rendah. Kemudian setelah air berhasil menyerap suhu panas dari CPU dan sudah kembali dingin, maka selanjutnya air akan bertukar dan berpindah tempat dengan air yang baru untuk menyerap suhu panas kembali. Dengan adanya perputaran proses yang berulang – ulang tersebut maka akan membuat CPU dan prosesor bisa tetap terjaga kondisi kinerjanya.

Selain itu komponen yang memiliki nama lain liquid cooler ini disebut dengan radiator untuk prosesor komputer dimana sistem pendingin berupa cairan ini akan menyalurkan cairan melalui heatsink pada prosesor. Jadi pada prosesnya cairan panas akan bergerak menuju radiator dan memindahkan panas ke udara di bagian luar casing CPU. Lalu proses akan berlanjut pada cairan yang telah dingin dan akan dialirkan kembali untuk mengulang proses yang sama.

Setelah itu proses pendinginan akan dimulai dari komponen pelat yang telah terhubung ke HIS CPU, sehingga menjadikan proses transfer panas diantara dua permukaan menjadi lebih baik. Jenis pelat logam dasar yang terhubung ke HIS CPU tersebut merupakan bagian dari blok air yang telah dirancang untuk diisi cairan pendingin.

Setelah itu dilanjutkan pada pelat dasar yang akan diserap oleh cairan panas saat bergerak melalui blok air dilanjut juga akan bergerak melalui sistem dan menuju ke atas melalui salah satu tabung ke radiator. Nantinya pada radiator tersebut akan memaparkan cairan ke udara sehingga bisa membantu mendinginkan, sementara untuk kipas yang terpasang pada radiator akan menjauhkan panas dari pendingin. Lalu proses selanjutnya akan dilanjutkan oleh cairan pendingin akan masuk lagi ke blok air lalu serangkaian proses ini akan terjadi secara berulang – ulang.

3.    Komponen Water Cooling

Setelah Anda mengetahui tentang bagaimana cara kerja dari water cooling atau liquid cooling, berikut adalah beberapa komponen yang berperan dalam kinerjanya.

A.    Water Block

Water Block merupakan Komponen yang berperan dalam kinerja  water cooling yang memiliki bentuk hampir sama dengan heatsink, hanya saja komponen ini menggunakan komponen air sebagai proses pendinginannya.

Fungsi dari Waterblock sendiri adalah sebagai alat transfer panas dari sumber ke dalam cairan yang mengalir melalui blok air. Bahkan Water Block menjadi salah satu komponen penting dari lingkaran LCS yang bisa mencapai suhu terdingin dan bisa juga untuk menghadirkan pilihan Overclock tertinggi.

B.    Reservoir

Untuk mengenal water cooling dan liquid cooling maka Anda harus mengetahui salah satu komponennya yang bernama Reservoir, dimana suatu komponen ini bertujuan untuk menahan air ekstra dalam satu lingkaran agar gelembung udara perlahan diganti dengan air saat beredar. Selain itu Reservoir bisa digunakan sebagai titik pengisian cairan pendingin yang bisa berupa unit yang berdiri sendiri atau datang sebagai combo dengan pompa.

C.     Pompa

Komponen selanjutnya yang juga melengkapi alat pendingin ini adalah pompa, dimana memiliki peran yang sangat penting karena berfungsi sebagai pemberi sirkulasi pendingin dalam lingkaran dengan mendorong cairan melalui komponen lainnya. Selain itu jika dilihat secara umum pompa tersedia satu paket atau terpisah dengan reservoir, dimana komponen pompa terbuat dari motor pompa dan pompa atas dengan port inlet dan outlet.

D.    Radiator & Fan

Selanjutnya juga terdapat komponen bernama radiator yang berfungsi sebagai pendingin cairan yang mengalir di dalam loop. Jadi cara kerja cairan dalam loop akan mengalir melalui pipa tembaga, sirip radiator menyerap panas dari air, lalu sirip tersebut akan didinginkan oleh kipas dengan tekanan statis tinggi yang menempel pada radiator.

E.     Fitting

Komponen berikutnya bernama Fitting dimana sebagai penghubung tabung atau pipa dengan komponen lain yang berbeda dalam Liquid Cooling System. Selain itu komponen Fitting juga dilengkapi dengan berbagai ukuran dan bentuk yang pada umumnya memiliki diferensiasi antara Fitting untuk Hard Tube dan Soft Tube.

F.     Tubing

Komponen terakhir adalah berupa tabung atau tube yang berbentuk sama dengan pipa pada umumnya, dimana berfungsi sebagai penghubung setiap komponen dalam lingkaran. Namun perlu Anda perhatikan sebelum melakukan pembelian dan pastikan ukuran (ID dan OD) tabung sudah sesuai dengan ukuran Fitting dan sebaliknya.

Karena pada setiap komponen tabung akan ditandai dengan dua angka dimana pada pada tube kecil akan menghadirkan  diameter dalam atau ID (Inner Diameter) dan tube besar akan menghadirkan diameter luar atau OD (Outer Diameter).

4.    Keunggulan dan Kelemahan Water atau Liquid Cooling

Berikut adalah penjelasan tentang keunggulan dan kelemahan yang wajib Anda ketahui dalam mengenal water cooling dan liquid cooling.

A.    Keunggulan Sistem Pendingin Cair

Pada sisi keunggulan komponen sistem pendingin ini memiliki kinerja yang jauh lebih efisien dalam menarik panas dari prosesor dan di luar sistem, bahkan sebagian orang mampu melipat gandakan kecepatan prosesor dengan menggunakan larutan pendingin cair yang sangat kompleks.

Selain itu penggunaan pendingin cair ini bisa mengurangi suara bising dari dalam komputer. Tidak hanya itu kelebihan lainnya dari sistem pendingin cair yaitu mampu memberikan nilai estetika jauh lebih baik untuk sebuah rig.

B.    Kelemahan Sistem Pendingin Cair

Tidak hanya kelebihan saja, namun water cooling ini juga memiliki kelemahan dimana jika ingin sistem bekerja secara efektif maka harus menyediakan cukup banyak ruang di dalam komputer, seperti impeller, reservoir fluida, tabung, kipas, dan daya.

Maka dari itu mengapa sistem pendingin cair ini cenderung memerlukan casing dengan sistem desktop yang lebih besar agar bisa menyesuaikan dengan komponen. Karena termasuk bagian dari teknologi tertutup maka akan memiliki beberapa persyaratan khusus termasuk ruang yang ganda.

Bahkan karena pada setiap casing memiliki tata letak yang berbeda maka tabung harus dipotong dan diarahkan secara khusus agar bisa memfungsikan ruangan dalam sistem dengan benar. Karena jika terdapat kesalahan dalam pemasangan maka akan terjadi kerusakan pada komponen dalam sistem serta kerusakan pada bagian – bagian tertentu.

5.    Cara Melakukan Perawatan Pada Water Cooling

Sebagian besar orang menganggap perawatan sistem pendingin cair ini terlalu rumit hingga menghabiskan biaya yang mahal, padahal perawatanya sama seperti jenis sistem pendingin udara dimana hanya perlu dilap kain kanebo untuk membersihkan tube dari debu yang menempel.

Baca juga : Cara Merawat Water Cooling

Sementara itu untuk penggunaan air dalam sistem water cooling bisa menggunakan air keran tapi lebih baik gunakan air suling karena masih bersifat murni. Selain itu untuk penggantian air sebenarnya tidak harus terlalu sering diganti, karena meski tidak diganti selama dua tahun pun kinerja komponen pendingin ini masih berkinerja baik.

Kemudian jangan lupa dan perhatikan dalam pemasangan komponen karena jika pada pemasangan yang salah bisa mengakibatkan kebocoran. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kebocoran yang terjadi Anda perlu melakukan pemasangan dengan baik dan benar atau bisa meminta bantuan orang ahli jika Anda baru pertama kali menggunakan komponen pendingin tersebut.

Alangkah baiknya jika setelah melakukan pemasangan, maka periksalah secara berkala dan coba jalankan 24 jam untuk melihat apakah terdapat kebocoran yang fatal pada sistem water cooling.  Pada umumnya penyebab utama dari kebocoran adalah pemasangan komponen yang longgar atau juga bisa karena adanya tabung yang retak atau tersumbat.

6.    Rekomendasi Pilihan Merek Liquid Cooling Terbaik

Setelah Anda mengetahui berbagai hal dan mengenal water cooling dan liquid cooling, kini sebelum melakukan pembelian maka perlu memperhatikan rekomendasi merk berikut  yang wajib dicoba, inilah penjelasannya.

Baca juga : Rekomendasi Merk Liquid Cooling Terbaik

A.    Cooler Master MASTERLIQUID ML240LRGB

Rekomendasi pertama yang bisa Anda pilih dan pertimbangkan adalah dengan merek Cooler Master MASTERLIQUID dengan tipe ML240LRGB, dimana merek ini sangat cocok untuk CPU yang sepenuhnya tidak terkunci untuk fitur OC.  Selain itu pada merek Cooler Master ini dilengkapi dengan beberapa kelebihan diantaranya seperti, memiliki kinerja pendinginan yang hebat, mudah dalam pemasangan, dan juga terdapat fitur silence yang menenangkan serta memiliki bentuk estetika yang sangat menarik.

B.    CORSAIR Hydro H115i RGB PLATINUM

Merek selanjutnya datang dari Corsair Hydro dengan tipe H115i RGB PLATINUM, dimana merk ini sangat cocok untuk Anda yang menginginkan komponen pendingin premium dengan kinerja yang jauh lebih baik dan nilai estetika jauh lebih berkelas.

Selain itu merk Corsair ini telah hadir membawa beberapa keunggulan, diantaranya seperti pendinginan yang sangat baik, memiliki rig yang hampir sempurna akan tampilannya, mudah dalam pemasangan, dan menjadi pendingin yang benar – benar silence. Selain itu dengan adanya fitur keunggulan Dynamic Multi – Zone RGB yang mana pengguna bisa mengatur berbagai pilihan pencahayaan favorit melalui software yang sangat powerful, iCUE.

C.     NZXT Kraken X62

Komponen lainnya yang wajib Anda pertimbangkan adalah pilihan liquid CPU Cooler dengan nama NZXT Kraken X62, dimana AIO ini bisa memberikan banyak keunggulan dan beberapa fitur yang smart bagi penggunanya. Selain kinerja yang handal, pendingin ini memberikan fitur terbaik dan memiliki sudut estetika yang menawan.

Bahkan dengan adanya Advanced Lighting Mode yang bisa mengisi sisi pencahayaan lebih berwarna dan lebih hidup.

D.    EVGA CLC 240

Meski menjadi merek lama yang sangat populer, namun komponen pendingin EVGA CLC 240 telah menghadirkan peripheral terbaik dan sehingga bisa diandalkan. Bahkan pendingin seri AIO ini juga memiliki banyak keunggulan diantaranya seperti, kinerja pendingin yang tenang dan efektif, terdapat fitur pencahayaan RGB yang juga melekat di dalamnya.

Selain itu juga dilengkapi fitur extra bersama Evga Flow Control sehingga Anda mengontrol segala aktivitas pendingin dan juga pencahayaan dengan dikostumisasi sepenuhnya melalui software ini. Bahkan adanya tambahan fitur Teflon Nano Bearing yang bisa membuat komponen pendingin lebih tahan lama.

E.     Corsair H100i PRO

Kemudian pada merk Corsair dengan tipe H100i PRO, dimana juga memiliki kinerja terbaik dalam mendinginkan perangkat dan juga nilai extra dari sudut estetika yang tidak kalah menarik serta memberikan kemudahan  dalam pemasangannya. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari komponen ini adalah bisa menyesuaikan pencahayaan RGB, kecepatan kipas secara individu, dan juga kecepatan pompa sembari memantau suhu.

Nah itulah beberapa ulasan dalam mengenal water cooling dan liquid cooling yang wajib diketahui, semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Leave a Comment