Pixel 3

Seperti burung yang bermigrasi, pembuat smartphone selalu berpindah dari satu tren ke tren lainnya. Di suatu masa, Anda melihat iPhone 6S dengan jack audio dan tanpa poni. Dan seperti Anda tahu, iPhone X dan penerusnya telah menanggalkan jack audio, punya poni, dan mengganti bodi metalnya.

Pixel 2 sebelumnya masih setia dengan bodi aluminium. Namun kehadiran Pixel 3 dan Pixel 3 XL belum lama ini seakan menegaskan bahwa era smartphone flagship berbodi alumunium bakal selesai.

Jika kita runut ke belakang, smartphone pertama yang dibungkus metal ringan ini adalah HTC Legend dan Nokia N8. Keduanya muncul pada tahun 2010 atau hampir delapan tahun yang lalu.

HTC Legend dan Nokia N8 (Amazon)HTC Legend dan Nokia N8 (Amazon)

HTC Legend di masanya tampil mencuri perhatian dengan model aluminium unibodi yang mirip dengan desain MacBook Pro saat itu. Hanya ada beberapa bagian kecil di bagian belakang yang terbuat dari karet untuk memberi ruang bagi antena radio, akses ke baterai, slot memori, dan slot SIM.

Loncatan signifikan dilakukan Apple terhadap iPhonenya di tahun 2017. iPhone X dan iPhone 8 hadir dengan dilapis bahan kaca di bagian belakangnya. Beberapa pihak menduga bahwa salah satu alasan Apple menggunakan materi kaca di bagian belakang iPhone terbaru adalah untuk menunjukkan diferensiasi yang nyata dengan kompetitornya.

Apple iPhone XS (johnlewis)Apple iPhone XS (johnlewis)

 

Seperti diketahui, desain dan kualitas bahan milik kompetitor Apple seperti Samsung sudah sangat bagus secara kualitas dan bahan. Apple harus terus mengatur dan menjaga jarak eksklusivitas mereka agar tidak disamai oleh rival. Alasan lainnya, mereka harus ‘membuang’ bodi logamnya jika ingin menggunakan fitur pengisian daya nirkabel, sesuatu yang sudah dilakukan oleh Samsung sejak Galaxy S6.

Saat ini tercatat beberapa smartphone yang masuk dalam kategori flagship telah mengusung kaca sebagai material utama untuk bodi mereka. Tercatat nama-nama seperti Samsung Galaxy S9, Galaxy Note 9, HTC U12 Plus, Motorola Z3, Sony Xperia XZ3, OnePlus 6, Xiaomi Mi Mix 2, LG V40 ThinQ, Huawei P20 Pro, dan terbaru Google Pixel 3.

Samsung Galaxy S9 (samsung)Samsung Galaxy S9 (samsung)

Meski penggunaan bahan kaca saat ini mulai jamak diterapkan pada smartphone flagship, namun kekhawatiran terhadap bahan ini tetap ada. Vlad Savov dari The Verge menyatakan bahwa ada hal mendasar yang membuat ia ragu terhadap bahan tersebut. Kaca adalah bahan yang rapuh, mudah pecah. Melapiskannya pada bodi smartphone akan ‘menularkan’ sifat rapuhnya kepada perangkat itu sendiri.

Ia mencontohkan Google Pixel 2 yang sudah dimilikinya beberapa tahun. Baret, goresan hingga penyok-penyok ringan terpapar di sekujur tubuh Pixel 2. Ia sendiri adalah orang yang ‘clumsy’, ceroboh dan sering sekali menjatuhkan benda-benda yang ada di genggamannya. Karena itu, ia sangat maklum dengan kondisi smartphone kesayangannya itu.

Savov tak bisa membayangkan jika orang seceroboh dia kemudian memiliki smartphone berbahan kaca di kedua sisinya, tentu kondisinya akan lebih mengenaskan. Namun yang terjadi justru lebih mengkhawatirkan. Ia menemukan bahwa bagian kaca belakang Xperia Z5, -smartphone lain yang ia punya-, retak tanpa pernah ia merasa menjatuhkannya, so fragile!

Bodi Pixel 3 dan Pixel 3 XL yang baru saja diluncurkan kemarin tak membuat para reviewer impresif. Smartphone besutan Google tersebut menunjukkan tanda-tanda kerentanannya terhadap goresan terutama varian warna hitamnya. Ron Amadeo dari Ars Technica memberikan catatan tersebut dalam reviewnya. Youtuber Marques Brownlee menyebut bahwa  ia menemukan ‘beberapa goresan mikro sesaat setelah emlakukan unboxing.” Ia juga bersaksi menemukan beberapa Pixel 3 yang didemokan di New York kemarin mengalami abrasi di panel kaca belakangnya. Ia belum berkomentar sola warna Google Pixel 3 lainnya yaitu putih dan pink karena belum mencobanya.

Bagaimana nasib Polikarbonat?

Satu pertanyaan menggelitik muncul kemudian: Bagaimana dengan nasib material polikarbonat?

Contoh sempurna bisa dilihat pada Nokia N9 yang diluncurkan September 2011 silam. Smartphone ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang berbasis sistem operasi MeeGo di dunia.

Nokia N9 (wikipedia)Nokia N9 (wikipedia)

Nokia N9 bisa dibilang merupakan salah satu contoh smartphone dengan penggunaan bahan polikarbonat dengan desain yang mewah, atraktif, namun tetap nyaman dalam genggaman. Nokia kemudian terus menggunakan bahan dan garis desain yang sama untuk seri Windows Phone-nya. Mereka yang pernah memiliki atau setidaknya memegang jajaran smartphone ini rata-rata memiliki kesan yang baik.

Tentu saja, banyak smartphone yang secara sembarangan menerapkan bahan polikarbonat pada desain yang kurang bagus. Dan saat ini, rata-rata smartphone entry level dan kelas menengah masih banyak yang menggunakan bahan yang juga populer digunakan di perangkat teknologi lain itu. Salah satu keunggulan bahan ini adalah harganya yang lebih murah dibanding material aluminium maupun kaca.  Dibanding bahan aluminium, polikarbonat juga tidak memiliki masalah saat disandingkan dengan fitur pengisian daya nirkabel, seperti yang terjadi di bahan aluminium. Jadi prediksi kami, bahan ini masih akan terus bertahan dan digunakan oleh smartphone menengah hingga bawah, sampai ada bahan lain yang bisa menggantikannya dengan harga yang lebih murah dan durabilitas yang lebih tinggi.

Post Author: einzel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Iklan Menarik Google untuk Menggoda Pengguna IPhone Pindah ke Pixel 3

Iklan Menarik Google untuk Menggoda Pengguna IPhone Pindah ke Pixel 3

Jutek.id – Google punya sebuah iklan baru untuk mempromosikan Pixel 3 dan Pixel 3

Arti dari Penamaan IPhone

Arti dari Penamaan IPhone

Satu dari tiga iPhone anyar Apple di 2018 bernama iPhone

Sony Xperia

Daftar Sony Xperia yang akan Terima Android Pie

Sistem operasi Google versi terbaru yakni OS Android v9.0 Pie