Aplikasi kirim pesan WhatsApp telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia untuk menunjang komunikasi harian. Namun sering kali muncul kekhawatiran besar saat pengguna harus berganti ponsel atau ketika data penting dalam percakapan tiba-tiba hilang karena kesalahan teknis.
Memahami lokasi penyimpanan file cadangan menjadi langkah krusial agar seluruh riwayat percakapan tetap aman dan bisa dipulihkan sewaktu-waktu. Tanpa pengetahuan yang tepat mengenai letak data tersebut, proses pemindahan data atau pengamanan informasi sensitif bisa menjadi sangat membingungkan bagi banyak orang.
Sistem keamanan WhatsApp dirancang untuk melindungi privasi namun tetap memberikan akses bagi pemilik akun untuk mengamankan data mereka. Secara umum aplikasi ini menggunakan dua metode utama untuk menyimpan cadangan pesan yaitu melalui layanan awan atau cloud dan juga melalui penyimpanan lokal di dalam memori perangkat.
Penyimpanan berbasis awan sangat bergantung pada ekosistem sistem operasi yang digunakan oleh ponsel tersebut. Pengguna Android akan terhubung secara otomatis dengan layanan Google Drive sementara bagi pengguna iPhone semua data akan tersimpan di dalam iCloud milik Apple.
Selain cadangan otomatis di server internet, WhatsApp sebenarnya juga membuat salinan data secara mandiri di dalam memori internal ponsel setiap hari. Cadangan lokal ini sering kali menjadi penyelamat terakhir saat akses internet sedang bermasalah atau ketika layanan cloud gagal melakukan proses sinkronisasi data secara sempurna.
Banyak pengguna Android merasa bingung saat mencari file cadangan mereka di dalam aplikasi Google Drive karena data tersebut tidak muncul di halaman utama. Pihak Google memang menyembunyikan folder ini agar pengguna tidak sengaja menghapus atau mengubah data yang dapat mengakibatkan kegagalan proses pemulihan pesan.
Untuk menemukan folder tersembunyi tersebut, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Penting untuk diingat bahwa file di dalam Google Drive ini tidak bisa diunduh atau dibuka secara manual menggunakan aplikasi lain. Data tersebut hanya dapat dibaca oleh sistem WhatsApp saat pengguna melakukan proses instalasi ulang aplikasi serta melakukan verifikasi nomor telepon yang sama.
Lokasi penyimpanan lokal pada ponsel Android mengalami perubahan struktur sejak adanya pembaruan kebijakan privasi pada versi sistem operasi yang lebih baru. Bagi pengguna yang menggunakan Android versi 10 ke bawah, folder data biasanya terletak langsung di direktori akar memori internal.
Namun bagi pengguna Android 11 serta versi yang lebih tinggi, lokasinya berpindah ke dalam folder sistem yang lebih spesifik guna meningkatkan keamanan data aplikasi. Berikut adalah jalur akses untuk menemukan file tersebut menggunakan aplikasi pengelola berkas:
Di dalam folder Databases inilah semua riwayat percakapan tersimpan dalam format terenkripsi yang biasanya memiliki nama file seperti msgstore.db.crypt14 atau versi terbaru crypt15. Angka di belakang kata crypt menunjukkan tingkat enkripsi yang digunakan oleh sistem untuk melindungi isi pesan agar tidak bisa dibaca oleh orang asing.
Sistem operasi iOS milik Apple memiliki pendekatan yang jauh lebih tertutup jika dibandingkan dengan Android dalam hal akses sistem berkas. Pengguna iPhone tidak memiliki akses langsung untuk melihat folder database di dalam memori internal perangkat karena batasan keamanan sandboxing yang diterapkan oleh perusahaan.
Seluruh proses cadangan pada iPhone dipusatkan pada layanan iCloud yang sudah terintegrasi dengan ID Apple milik pengguna. Data ini tersimpan di bagian tersembunyi dari akun iCloud Drive sehingga tidak akan muncul di antara dokumen atau foto biasa yang disimpan oleh pengguna.
Jika ingin memastikan bahwa cadangan sudah tersimpan di server Apple, pengguna bisa mengecek melalui menu pengaturan di dalam aplikasi WhatsApp itu sendiri. Melalui jalur menu Pengaturan lalu pilih Chat dan klik Cadangan Chat, maka akan terlihat informasi mengenai kapan terakhir kali proses unggah data ke iCloud berhasil dilakukan.
Selain riwayat pesan teks yang tersimpan di folder Databases, WhatsApp juga menyimpan semua kiriman foto serta video secara terpisah di folder Media. Folder ini biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar karena berisi semua dokumen asli yang diterima maupun dikirim melalui percakapan.
Pengaturan penyimpanan media ini terbagi ke dalam beberapa sub-folder spesifik yang memudahkan pencarian manual bagi pengguna. Berikut adalah daftar sub-folder utama yang terdapat di dalam direktori Media WhatsApp:
Mengelola folder media secara berkala sangat disarankan agar kapasitas memori ponsel tidak cepat penuh oleh berkas sampah atau video berukuran besar. Pengguna bisa menghapus file yang tidak penting secara manual melalui aplikasi manajer file tanpa mengganggu stabilitas aplikasi WhatsApp.
| Jenis Perangkat | Lokasi Cadangan Utama | Jenis File | Akses Pengguna |
|---|---|---|---|
| Android (Versi Lama) | Internal Storage > WhatsApp > Databases | .db.crypt14 | Terbuka |
| Android (Versi Baru) | Android > media > com.whatsapp > WhatsApp | .db.crypt15 | Terbuka |
| iPhone (iOS) | iCloud Drive (Hidden App Data) | Encrypted Blobs | Tertutup |
| Desktop (Web) | Tidak Ada Penyimpanan Lokal | Cache Browser | Terbatas |
Banyak orang mencoba membuka file msgstore yang ditemukan di memori internal dengan aplikasi editor teks biasa namun hanya melihat kode acak yang tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena WhatsApp menerapkan sistem enkripsi ujung ke ujung atau end to end encryption yang sangat ketat untuk menjaga kerahasiaan komunikasi.
Kunci dekripsi untuk membuka file tersebut tersimpan di dalam folder sistem yang sangat dalam dan hanya bisa diakses jika ponsel sudah memiliki izin akses root. Tanpa kunci tersebut, file cadangan hanya berupa kumpulan data digital yang tidak berguna bagi siapapun termasuk pihak penyedia layanan internet atau peretas sekalipun.
Teknologi enkripsi ini terus diperbarui dari versi crypt12 menjadi crypt14 hingga yang paling mutakhir saat ini. Perubahan versi tersebut mencerminkan peningkatan algoritma keamanan yang digunakan untuk menangkal metode pembobolan data yang semakin canggih di dunia siber.
BACA JUGA: Arti Panggilan Ditahan di WhatsApp, Penyebab dan Solusinya
Meskipun sistem sudah menyediakan fitur cadangan otomatis setiap jam dua pagi, melakukan cadangan secara manual sangat dianjurkan sebelum melakukan tindakan berisiko seperti menghapus aplikasi. Proses ini akan memastikan bahwa pesan terakhir yang baru saja masuk tidak hilang saat proses pemulihan dilakukan nanti.
Prosedur untuk melakukan cadangan manual ini sangat sederhana dan hanya membutuhkan beberapa detik saja. Pengguna cukup masuk ke menu pengaturan chat di dalam aplikasi lalu menekan tombol cadangkan yang berwarna hijau terang guna memulai proses sinkronisasi ke penyimpanan lokal maupun ke server cloud.
Pastikan perangkat terhubung dengan jaringan Wi-Fi yang stabil saat melakukan proses ini karena ukuran file cadangan bisa mencapai hitungan gigabyte bagi pengguna yang aktif berkirim media. Penggunaan data seluler untuk mencadangkan file besar berisiko menyebabkan kuota internet cepat habis atau proses unggah terputus di tengah jalan.
Ada beberapa kendala yang sering dialami oleh masyarakat saat mencoba mengamankan data WhatsApp mereka ke layanan Google Drive maupun memori internal. Masalah yang paling sering muncul adalah kapasitas penyimpanan yang sudah hampir penuh sehingga sistem menolak untuk menyimpan file database baru.
Selain masalah kapasitas, akun Google yang tidak sinkron atau otentikasi dua faktor yang bermasalah juga bisa menjadi penghambat utama proses unggah data ke awan. Pengguna disarankan untuk selalu memeriksa status akun Google mereka agar tetap aktif serta memiliki ruang kosong yang cukup di layanan Drive.
Jika proses cadangan terus gagal meskipun memori masih luas, cobalah untuk membersihkan cache aplikasi atau memperbarui versi WhatsApp ke yang paling baru melalui toko aplikasi resmi. Terkadang bug pada versi lama bisa menyebabkan gangguan pada modul komunikasi data yang bertanggung jawab atas proses sinkronisasi cadangan.
Mengetahui di mana lokasi file backup WhatsApp tersimpan merupakan pengetahuan dasar yang sangat vital bagi setiap pengguna ponsel pintar di era digital ini. Dengan memahami letak folder Databases di memori internal Android maupun sistem penyimpanan iCloud pada iPhone, proses penyelamatan data saat terjadi kerusakan perangkat menjadi jauh lebih mudah dilakukan.
Penyimpanan lokal di folder Android media com.whatsapp serta penyimpanan awan di Google Drive bekerja secara berdampingan untuk memastikan keamanan riwayat percakapan. Pastikan untuk selalu memantau ketersediaan ruang penyimpanan serta koneksi internet agar proses pencadangan otomatis harian dapat berjalan tanpa kendala demi menghindari kehilangan data yang berharga.